Kata Muʿrab dan Mabni (المعرب والمبني)

Memahami perubahan akhir kata dalam bahasa Arab serta perbedaannya antara mu’rab dan mabnī.

Dalam bahasa Arab, perubahan harakat di akhir kata memiliki peran penting dalam menentukan fungsi kata dalam kalimat. Dari sisi ini, kata dalam bahasa Arab dibagi menjadi dua jenis utama: muʿrab dan mabnī.

01

Pengertian Mu'rab

Muʿrab (المعرب) adalah kata yang akhirannya dapat berubah sesuai dengan kedudukannya dalam kalimat. Perubahan ini biasanya tampak pada harakat terakhir. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kata ini mengikuti fungsi dalam kalimat.

Contoh:

Dari contoh di atas terlihat bahwa kata الطَّالِبُ berubah menjadi الطَّالِبَ dan الطَّالِبِ sesuai kedudukannya dalam kalimat. Inilah yang disebut muʿrab.

02

Pengertian Mabnī

Sebaliknya, Mabnī (المَبْنِي) adalah kata yang bentuk akhirnya tetap, tidak berubah meskipun posisinya dalam kalimat berbeda.

Contoh:

Dengan demikian, muʿrab mengalami perubahan akhir kata sesuai fungsi dalam kalimat, sedangkan mabnī bentuk akhirnya tetap dan tidak mengalami perubahan.

03

Contoh dari Al-Qur’an

Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa dalam satu kalimat dapat terdapat gabungan kata muʿrab dan mabnī, sehingga keduanya dapat dikenali berdasarkan perubahan atau ketetapan bentuk akhirnya.

04

Macam-Macam Kata yang Muʿrab dan Mabnī

Secara umum, kata yang termasuk muʿrab antara lain:

Sedangkan kata yang termasuk mabnī (المَبْنِي) antara lain:

05

Tanda-Tanda Iʿrāb (علامات الإعراب)

Iʿrāb adalah perubahan harakat pada akhir kata muʿrab. Perubahan ini menunjukkan fungsi kata dalam kalimat. Ada empat bentuk utama:

Raf‘ (الرَّفْعُ)

Biasanya ditandai dengan ḍammah (ـُ). Digunakan untuk menunjukkan subjek (fā‘il) atau predikat tertentu.

Contoh: جَلَسَ الطَّالِبُ فِي الفَصْلِ

(Siswa duduk di kelas.)

الطَّالِبُ berharakat ḍammah (ـُ) karena berfungsi sebagai subjek (fā‘il).

Naṣb (النَّصْبُ)

Biasanya ditandai dengan fatḥah (ـَ). Digunakan untuk menunjukkan objek (maf‘ūl bih).

Contoh: قَرَأْتُ الدَّرْسَ اليَوْمَ

(Aku membaca pelajaran hari ini.)

الدَّرْسَ berharakat fatḥah (ـَ) karena berfungsi sebagai objek.

Jar (الجَرُّ)

Biasanya ditandai dengan kasrah (ـِ). Terjadi pada isim yang didahului oleh ḥarf jar.

Contoh: جَلَسْتُ فِي البَيْتِ

(Aku duduk di rumah.)

البَيْتِ berharakat kasrah (ـِ) karena didahului huruf jar فِي.

Jazm (الجَزْمُ)

Biasanya ditandai dengan sukun (ـْ). Terjadi pada fi‘il muḍāri‘ yang didahului huruf jazm.

Contoh: لَمْ يَكْتُبْ الوَلَدُ الوَاجِبَ

(Anak itu belum menulis tugas.)

يَكْتُبْ berakhir dengan sukun (ـْ) karena didahului huruf jazm لَمْ.

Catatan: Perubahan-perubahan ini hanya berlaku pada kata muʿrab.

06

Tanda-Tanda Bināʾ (علامات البناء)

Kata mabnī tidak mengalami perubahan iʿrāb, tetapi memiliki bentuk akhir yang tetap meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah. Beberapa bentuk bināʾ yang umum adalah sebagai berikut:

Mabnī ‘ala as-sukūn (مَبْنِيٌّ عَلَى السُّكُونِ)

Kata berakhir dengan sukun (ـْ).

Contoh: اُكْتُبْ دَرْسَكَ يَا أَحْمَدُ

(Tulislah pelajaranmu, wahai Ahmad.)

اُكْتُبْ tetap berakhir dengan sukun karena merupakan fi‘il amr.

Mabnī ‘ala al-fatḥ (مَبْنِيٌّ عَلَى الفَتْحِ)

Kata berakhir dengan fatḥah (ـَ).

Contoh: كَتَبَ الطَّالِبُ الوَاجِبَ

(Siswa menulis tugas.)

كَتَبَ tetap berakhir dengan fatḥah karena merupakan fi‘il māḍī.

Mabnī ‘ala al-kasr (مَبْنِيٌّ عَلَى الكَسْرِ)

Kata berakhir dengan kasrah (ـِ).

Contoh: مَرَرْتُ بِهِ فِي الطَّرِيقِ

(Aku melewatinya di jalan.)

هِ dalam بِهِ termasuk ḍamīr mabnī, bentuk akhirnya tetap.

Mabnī ‘ala ad-damm (مَبْنِيٌّ عَلَى الضَّمِّ)

Kata berakhir dengan ḍammah (ـُ).

Contoh: هُوَ مُجْتَهِدٌ فِي دِرَاسَتِهِ

(Dia rajin dalam belajarnya.)

هُوَ merupakan ḍamīr mabnī, bentuknya tetap dan tidak berubah.

06

Penggunaan dalam Kalimat

Perbedaan muʿrab dan mabnī akan terlihat jelas dalam praktik kalimat.

Contoh Muʿrab

الطَّالِبُ كَتَبَ الدَّرْسَ

رَأَيْتُ الطَّالِبَ

مَرَرْتُ بِالطَّالِبِ

Kata الطَّالِب berubah sesuai posisi: subjek, objek, dan setelah huruf jar.

Contoh Mabnī

هَذَا كِتَابٌ

رَأَيْتُ هَذَا

مَرَرْتُ بِهَذَا

Kata هَذَا tetap dalam semua posisi.

Kesimpulan

  • Muʿrab adalah kata yang berubah sesuai fungsi dalam kalimat.
  • Mabnī adalah kata yang tetap dan tidak terpengaruh oleh posisi.
  • Perubahan iʿrāb membantu memahami peran kata dalam kalimat.
  • Pemahaman ini menjadi dasar penting untuk mempelajari nahwu lebih lanjut.
Siap Uji Pemahamanmu?

Latihan Interaktif!

Setelah belajar sekarang saatnya menguji pemahamanmu. Yuk, coba kuisnya dan lihat seberapa jauh kamu memahami materi ini!