Macam dan Tanda Fi’il: Madhi, Mudhari’, dan Amr (الفعل الماضي، المضارع، الأمر)

Mengetahui jenis-jenis kata kerja dalam bahasa Arab berdasarkan waktu dan bentuk perintah.

Dalam bahasa Arab, fi’il (الفعل) adalah kata yang menunjukkan suatu perbuatan atau kejadian yang berkaitan dengan kala. Verba atau kata kerja dibedakan berdasarkan waktu terjadinya perbuatan. Pembagian ini penting karena membantu memahami kapan suatu peristiwa terjadi, baik di masa lalu, sedang berlangsung, atau akan terjadi.

01

Pengertian Fi’il Madhi

Fi’il māḍī adalah kata kerja yang menunjukkan perbuatan yang telah terjadi dan selesai di masa lampau sebelum waktu pembicaraan. Dalam nahwu, fi’il ini pada dasarnya bersifat mabnī (tidak berubah akhirnya), dan bentuk dasarnya menunjukkan kejadian yang sudah تحقق (terwujud).

Ciri utama fi’il māḍī adalah:

menunjukkan kejadian yang sudah selesai
tidak berkaitan dengan waktu sekarang atau masa depan
bentuk dasarnya tetap (mabnī)

Contoh:

02

Pengertian Fi’il Muḍāri‘ (الفعل المضارع)

Fi’il muḍāri‘ adalah kata kerja yang menunjukkan perbuatan yang sedang berlangsung (ḥāl) atau akan terjadi (mustaqbal). Dalam nahwu, fi’il ini bersifat mu‘rab, artinya dapat berubah sesuai posisi dalam kalimat.

Ciri utama fi’il muḍāri‘:

diawali huruf: أ، ن، ي، ت
menunjukkan waktu sekarang atau akan datang
bisa berubah harakat akhirnya (rafa‘, naṣb, jazm)

Contoh:

03

Pengertian Fi’il Amr (فعل الأمر)

Fi’il amr adalah kata kerja yang menunjukkan perintah, permintaan, atau instruksi kepada lawan bicara (مخاطب). Dalam nahwu, fi’il amr bersifat mabnī dan biasanya menunjukkan tindakan yang diminta untuk dilakukan setelah perintah itu diucapkan.

Ciri utama fi’il amr:

berasal dari fi’il muḍāri‘ yang dibuang huruf mudhāra‘ah-nya
menunjukkan perintah langsung
sering berakhiran sukun

Contoh:

04

Contoh dari Al-Qur’an

05

Ciri-Ciri dan Wazan

Setiap jenis fi’il memiliki ciri yang dapat dikenali, baik dari bentuk maupun pola (wazan).

1) Fi‘il Māḍī (الفعل الماضي)

Ciri-ciri:

menunjukkan perbuatan yang sudah terjadi
biasanya berakhiran fatḥah (ـَ)
bentuknya tetap (mabnī)

Contoh dalam kalimat:

2) Fi‘il Muḍāri‘ (الفعل المضارع)

Ciri-ciri:

menunjukkan perbuatan yang sedang atau akan terjadi
diawali huruf: أ، ن، ي، ت
dapat berubah harakat (mu‘rab)

Contoh dalam kalimat:

3) Fi‘il Amr (فعل الأمر)

Ciri-ciri:

menunjukkan perintah atau permintaan
sering berakhiran sukun (ـْ)
bersifat mabnī

Contoh dalam kalimat:

Siap Uji Pemahamanmu?

Latihan Interaktif!

Setelah belajar sekarang saatnya menguji pemahamanmu. Yuk, coba kuisnya dan lihat seberapa jauh kamu memahami materi ini!