Ciri-Ciri dan Wazan
Setiap jenis fi’il memiliki ciri yang dapat dikenali, baik dari bentuk maupun pola (wazan).
1) Fi‘il Māḍī (الفعل الماضي)
Ciri-ciri:
menunjukkan perbuatan yang sudah terjadi
biasanya berakhiran fatḥah (ـَ)
bentuknya tetap (mabnī)
Contoh dalam kalimat:
كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ
(Siswa telah menulis pelajaran.)
دَخَلَ المُعَلِّمُ الفَصْلَ
(Guru telah masuk ke kelas.)
Pada contoh di atas, kata كَتَبَ dan دَخَلَ menunjukkan perbuatan yang telah selesai dilakukan.
Wazan umum:
2) Fi‘il Muḍāri‘ (الفعل المضارع)
Ciri-ciri:
menunjukkan perbuatan yang sedang atau akan terjadi
diawali huruf: أ، ن، ي، ت
dapat berubah harakat (mu‘rab)
Contoh dalam kalimat:
يَكْتُبُ الطَّالِبُ الوَاجِبَ
(Siswa sedang/akan menulis tugas.)
تَذْهَبُ الطَّالِبَةُ إِلَى المَدْرَسَةِ
(Siswi sedang/akan pergi ke sekolah.)
Pada contoh di atas, kata يَكْتُبُ dan تَذْهَبُ menunjukkan perbuatan yang sedang terjadi atau akan
terjadi.
Wazan umum:
- يَفْعَلُ
- يَفْعِلُ
- يَفْعُلُ
3) Fi‘il Amr (فعل الأمر)
Ciri-ciri:
menunjukkan perintah atau permintaan
sering berakhiran sukun (ـْ)
bersifat mabnī
Contoh dalam kalimat:
اُكْتُبْ دَرْسَكَ
(Tulislah pelajaranmu.)
اِجْلِسْ فِي مَكَانِكَ
(Duduklah di tempatmu.)
Pada contoh di atas, kata اُكْتُبْ dan اِجْلِسْ menunjukkan perintah untuk melakukan suatu tindakan.
Wazan umum: