Mafʿūl Bih (المفعول به)

Mempelajari objek dalam kalimat fi’liyyah serta posisi dan jenis-jenisnya dalam bahasa Arab.

Dalam sintaksis bahasa Arab (النحو), mafʿūl bih adalah salah satu unsur penting dalam kalimat fi’liyah (kalimat yang diawali fi’il).

01

Pengertian Mafʿūl Bih (المفعول به)

Mafʿūl bih adalah isim yang menjadi objek dari suatu fi’il. Dalam pengertian lain, mafʿūl bih (المفعول به) adalah isim manṣūb yang menjadi sasaran atau tujuan dari suatu perbuatan dalam kalimat, yaitu isim yang kepadanya tertuju tindakan yang dilakukan oleh fāʿil (pelaku).

Dalam kajian nahwu klasik, mafʿūl bih didefinisikan sebagai:

Dengan demikian, mafʿūl bih tidak selalu menunjukkan sesuatu yang “dikenai” pekerjaan secara fisik, tetapi dapat pula berupa sesuatu yang menjadi sasaran makna dari suatu perbuatan, seperti pada kata kerja mengetahui, mencintai, atau mengingat.

Mafʿūl bih merupakan salah satu unsur penting dalam jumlah fi‘liyyah, karena membantu menjelaskan kepada siapa atau kepada apa suatu tindakan diarahkan. Dengan memahami mafʿūl bih, pembelajar dapat melihat hubungan antara fi‘il (perbuatan), fāʿil (pelaku), dan objek yang menjadi tujuan perbuatan, sehingga makna kalimat dapat dipahami secara lebih tepat dan utuh.

Contoh sederhana:

02

Contoh dari Al-Qur’an

Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa mafʿūl bih berfungsi sebagai isim yang menjadi sasaran atau tujuan dari suatu perbuatan, yaitu unsur yang kepadanya tindakan dalam kalimat diarahkan.

03

Macam-Macam Mafʿūl Bih

Secara umum, mafʿūl bih dapat dibedakan berdasarkan bentuknya:

1) Mafʿūl Bih Ẓāhir (bukan kata ganti)

Yaitu mafʿūl bih yang berupa kata benda yang bukan kata ganti dalam kalimat.

Contoh:

2) Mafʿūl Bih Ḍamīr (kata ganti)

Yaitu mafʿūl bih yang berupa dhamir (kata ganti), baik terpisah maupun melekat pada fi’il.

Contoh:

3) Mafʿūl Bih Muqaddam (didahulukan)

Biasanya mafʿūl bih berada setelah fi’il, tetapi dalam beberapa kasus bisa didahulukan untuk penekanan.

Contoh:

04

Letak dalam Kalimat

Mari kita bahas bagaimana letak mafʿūl bih dalam kalimat bahasa Arab. Secara umum, susunan jumlah fi‘liyyah adalah:

Fi‘il + Fāʿil + Mafʿūl Bih

Contoh:

Namun, posisi mafʿūl bih dapat berubah dalam kondisi tertentu, misalnya:

Siap Uji Pemahamanmu?

Latihan Interaktif!

Setelah belajar sekarang saatnya menguji pemahamanmu. Yuk, coba kuisnya dan lihat seberapa jauh kamu memahami materi ini!